Menikmati Suasana China Town Bandung

Menikmati Suasana China Town Bandung

 Wisata Kuliner, Hunting Photo di China Town Bandung

Menjelang malam, Jalan Kelenteng kota Bandung semakin ramai. Kendaraan berjalan tersendat dari arah Jalan Sudirman atau Cibadak dan juga sebaliknya. Jalan yang memang dikenal sebagai lokasi ibadah kelentengnya itu kini semakin macet. Hal ini seiring dengan munculnya pusat wisata baru yang mengesankan budaya asal Tionghoa, namanya China Town. Lebih tepatnya berada di Jalan Kelenteng nomor 41 Bandung. Jalan ini terdapat di pusat kota, tidak jauh dari Stasiun Bandung atau jalan Asia Afrika.
Nuansa kampung cina setidaknya sudah mulai terasa saat memasuki kawasan ini. Lampion warna-warna tergantung di atas jalan yang menegaskan bahwa kawasan itu mayoritas dihuni warga keturunan Tionghoa. Bau asap dupa kadang menyengat dari sebuah vihara. Tidak jauh dari vihara tersebut, terdapat bangunan kuno. Dalam beberapa tahun ini, bangunan yang diresmikan pada 19 Mei 1938 itu terkesan mati. Namun dalam sepekan terakhir, bangunan yang bergaya arsitektur lama milik warga Tionghoa itupun menjadi ramai.


Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang meresmikan China Town pada bangunan itu. China Town ini seperti miniatur kampung pecinan degan hiruk pikuk pasar malam. Suasana serba merah dan bambu sangat kental di destinasi selfie terbaru kota Bandung ini. Sebelum memasuki China Town, pengunjung harus membeli tiket terlebih dahulu. Hanya 10 ribu rupiah saat weekday dan 20 ribu rupiah saat akhir pekan. Awal berkeliling di China Town seluas kurang lebih satu hektare, pengunjung akan disambut dengan museum China Town. Sebuah ruangan kecil tepat pada sebelah kiri dari pintu masuk berisi beragam memorabilia, aksesoris dan peninggalan tua yang sehari-hari dipakai saat itu. Khusunya terkait dengan budaya dan peralatan kuliner Tionghoa.  Kemudian terdapat sebuah diagram sejarah tentang perkembangan pecinan di kota Bandung sejak 1400-an sampai awal kemerdekaan. Bagaimana warga TiongHoa pun ikut bersama-sama berjuang dalam perang kemerdekaan dan membangun ekonomi Bandung dengan pedagangan.

Kemudian pengunjung akan dibawa menyusuri tenant atau toko-toko kecil yang berderet dipinggir dari luasan bangunan China Town tersebut. Huruf cina yang dibawahnya tertulis huruf latin berbahasa Indonesia menamakan masing-masing toko tersebut. Ketika berjalan-jalan di China Town Bandung, kamu akan menemukan banyak toko yang menjual pakaian, aksesoris, payung, sendal, dll. Yang lebih uniknya, toko-toko ini didesain dengan menonjolkan sisi oriental, terlihat dari papan nama toko yang berwarna merah serta lampion yang menghiasi pintu masuk.

https://www.myleatherjackets.com/2019/02/menikmati-suasana-china-town-bandung.html

Bagi kamu yang senang berfoto, China Town Bandung memiliki banyak spot asyik untuk menyalurkan hobby kamu. Hampir semua sudut disini bisa kamu jadikan background foto yang bagus. Kamu dapat berdiri di jembatan kecil merah yang terlihat seperti di film-film kerajaan atau bangunan pagoda kuning yang berfungsi sebagai area produk pengunjung.
Jika kamu ingin bergaya ala pangeran dan putri kerajaan Tiongkok lengkap
dengan kostumnya, di China Town Bandung tersedia penyewaan kostum dan foto studio. China Town Bandung dapat menjadi pilihan tempat baru untuk dijeajahi di Kota Bandung tahun 2019 ini. Jadi buruan datang ke wisata China Town bersama keluarga atau kerabat dekatmu. Selamat jalan-jalan !

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel